Gelaran Kedua ACCEPT (Annual Conference on Community Engagement for Peaceful Transformation) LP2M UIN Sunan Kalijaga

LP2M – Yogyakarta, (6/10/2022)Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M UIN Sunan Kaliajga kembali menggelar konferensi tahunan ACCEPT (Annual Conference on Community Engagement for Peaceful Transformation). Pada gelaran kedua ini, konferensi mengusung tema Sustainable Engagement based on Moderation of Religion, Tourism, Education and Culture. Acara dihadiri oleh seluruh partisipan yang berasal dari peneliti, dosen, hingga mahasiswa, dan dilaksanakan secara daring maupun luring di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hadir sebagai pembicara utama, Udi Hartoko, S.M selaku Kepala Desa Pujon Kidul, Ach. Zainal Arifin, M.A., Ph.D selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian (Puslitbit), M. Aldi Subakti selaku Ketua Youth Break The Boundaries Foundation, dan Dr. Leny Pattikawa, M.Sc. selaku peneliti dari Erasmus University of Rotterdam. Presentasi artikel dilaksanakan setelah penyampaian materi pembicara utama.

Acara diawali oleh sambutan oleh Kepala LP2M UIN Sunan Kalijaga, Muhrisun Afandi, M.S.W., Ph.D. Muhrisun menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama forum ini adalah dalam rangka merayakan kerja keras para dosen dan mahasiswa selama setahun ini dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya di Yogyakarta, atau di daerah sekitar kampus saja, lokasi pengabdian menjangkau ke seluruh dan hingga ke luar pulau Jawa. Muhrisun berharap agar konferensi juga dapat menjadi wadah publikasi dan diseminasi capaian-capaian program kerja PPM. “Kita juga mengharapkan bahwa konferensi ini dapat menjadi forum untuk rekognisi capaian-capaian, inovasi, dan inisiatif oleh semua pihak berkenaan dengan pengabdian masyarakat.”

Muhrisun menambahkan, bahwa capaian pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan LP2M kurang memperoleh pengakuan baik dari tingkat pemerintah maupun tingkat masyarakat. “Seperti kita tahu, dibanding penelitian, proyek-proyek pengabdian itu tidak cukup mendapat rekognisi dari pemerintah maupun dari masyarakat secara umum. Jadi kita berharap sangat, konferensi ini akan menjadi salah satu forum yang membuat kita menyadari dan memberi apresiasi untuk inisiatif yang telah dilakukan oleh dosen dan mahasiswa di lapangan”, tambah Muhrisun.

Terhitung, ada sebanyak 330 artikel yang diajukan untuk konferensi ini. Tim reviewer ACCEPT menyeleksi 92 artikel dan 10 di antaranya akan dipresentasikan dalam 10 panel room. Dengan melimpahnya partisipasi yang ada, forum ini diharapkan akan memberikan temuan-temuan penting bagi pengembangan masyarakat. “Kita berharap konferensi ini akan memberikan diskusi yang kaya dan dapat memberikan rekomendasi terutama untuk LP2M untuk membuat program kami khususnya pengabdian kepada masyarakat KKN lebih baik ke depan”, tutup Muhrisun

Sambutan kedua disampaikan oleh Dr. Suwendi, sebagai Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama RI. Mewakili Kementerian Agama, Suwendi menyampaikan dukungan kepada acara konferensi ini sebagai salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Perguruan Tinggi semestinya dapat memberikan sumbangsih bagi pengembangan dan kesejahteraan melalui kegiatan pengabdian dan keterlibatan masyarakat dalam bentuk kemitraan. Dengan demikian, maka jurang pemisah antara kampus dan masyarakat hilang.

“Kementerian Agama RI memberikan apresiasi kepada acara ACCEPT yang menjadi wujud nyata dunia Perguruan Tinggi untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui karya-karya pengabdian agar masyarakat dan perguruan tinggi itu menyatu dan bermitra didasarkan atas riset-riset mutakhir yang bermanfaat.” Ucap Suwendi via Zoom Meeting.

Konferensi ditutup oleh pengumuman pemenang kompetisi karya KKN, berupa poster, video dokumenter, video feature, video Tiktok. Ardian Pramudya Kurniawan, M.Si., selaku ketua panitia ACCEPT menyampaikan, panitia dan dewan juri telah melakukan proses seleksi yang ketat mengingat seluruh karya mahasiswa sangat bagus. “Sebanyak 157 pendaftar yang diseleksi. Kami menyeleksi 24 karya poster, 52 karya video dokumenter, 33 karya video feature, dan 46 untuk karya video Tiktok. Dewan juri bingung karena bagus semua. Bahkan kami menambahkan kategori favorit untuk karya yang tidak masuk di urutan satu, dua dan tiga. Panitia telah bekerja keras untuk menyiapkan ini semua”, tutur Ardian ketika ditemui usai acara konferensi ACCEPT. (LP2M, 2022)