KKN UIN Sunan Kalijaga Dapat Apresiasi Pengelola Tanoker dalam Festival Egrang XIV di Jember
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut mengambil bagian dalam Festival Egrang XIV yang diselenggarakan di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Festival yang digagas oleh komunitas Tanoker Ledokombo tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat melalui permainan tradisional, seni, kreativitas, dan penguatan nilai kebersamaan.
Festival Egrang merupakan agenda budaya yang secara konsisten dikembangkan Tanoker sebagai ruang belajar dan berkarya bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda. Pada penyelenggaraan tahun ke-14, kegiatan diisi dengan beragam aktivitas yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum. Festival Egrang XIV juga mengangkat semangat membangun harmoni komunitas melalui permainan tradisional.
KKN mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berada di Desa Sumbersalak, pada empat dusun, yaitu Paluombo, Salak, Karanganyar, dan Jurojo, yang masih dalam area Kecamatan Ledokombo. Mahasiswa KKN sejauh ini terus berperan aktif dalam banyak kegiatan masyarakat, sejak diterjunkan 9 Juli 2026 hingga 21 Agustus 2026 nanti.
Keterlibatan mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga dalam kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Farha Ciciek, pegiat sekaligus salah satu penggerak utama komunitas Tanoker Ledokombo. Apresiasi tersebut menjadi catatan positif atas kehadiran mahasiswa KKN dalam ruang-ruang pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan kebudayaan, pendidikan, kreativitas, dan inklusivitas.
Festival Egrang menjadi pengalaman pembelajaran langsung bagi mahasiswa KKN untuk melihat bagaimana sebuah komunitas mampu mengembangkan potensi lokal menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan. Tanoker sendiri dikenal mengembangkan pendekatan berbasis permainan tradisional, pendidikan, seni, serta penguatan komunitas sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang tumbuh yang sehat dan inklusif bagi anak-anak.
Festival Egrang juga memiliki perhatian yang kuat terhadap isu perlindungan dan pemberdayaan anak. Pada penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan Festival Egrang di Ledokombo mendapat perhatian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) karena dinilai mampu menghadirkan ruang yang ramah anak sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi digital.
Pada Festival Egrang XIV, kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, sehingga menjadi momentum penting bagi mahasiswa KKN untuk belajar dan berinteraksi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Bagi mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga, keterlibatan dalam Festival Egrang menjadi bagian dari proses pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada pembelajaran bersama masyarakat, penguatan jejaring, serta pengenalan praktik baik pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Festival tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kebudayaan dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai upaya pembangunan masyarakat. Permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi dapat menjadi media untuk membangun karakter, memperkuat interaksi sosial, menumbuhkan kreativitas, serta mempererat hubungan antargenerasi.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga diharapkan semakin memahami bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menghadirkan program, tetapi juga belajar dari praktik baik yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Satu panggung, banyak cerita. Dari Ledokombo, mahasiswa KKN belajar bahwa keberagaman, kebersamaan, dan kreativitas dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya.