Angkat Isu Strategis Pendidikan, Empat Dosen UIN Sunan Kalijaga Lolos Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kemenag 2026

Empat dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Riset Indonesia Bangkit (RIB) Kementerian Agama Tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi capaian penting dalam upaya memperkuat produktivitas penelitian sekaligus mendorong lahirnya inovasi akademik yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan masyarakat.

Penetapan penerima pendanaan tersebut tercantum dalam Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 380 Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026. Informasi mengenai penetapan tersebut juga disampaikan melalui surat Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Nomor B-5754/SJ/B.X/PP.04/09/2026 tertanggal 17 September 2026.

Keempat dosen UIN Sunan Kalijaga yang memperoleh pendanaan mengembangkan penelitian dalam bidang Pendidikan dan Bahasa. Topik yang diangkat mencakup pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi, pengembangan pembelajaran inklusif, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan anak usia dini, serta strategi peningkatan daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan kesinambungan partisipasi UIN Sunan Kalijaga dalam program pendanaan riset nasional melalui skema MoRA Air Fund. Dalam kurun waktu 2024–2026, tercatat sebanyak 11 tim riset dari UIN Sunan Kalijaga telah memperoleh pendanaan, dengan rincian satu tim pada 2024, enam tim pada 2025, dan empat tim pada 2026.

Pada tingkat nasional, Program RIB Tahun 2026 menetapkan 131 tim sebagai penerima pendanaan yang tersebar dalam tujuh bidang fokus penelitian. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp71,85 miliar. Dari keseluruhan penerima tersebut, bidang Pendidikan dan Bahasa menjadi salah satu bidang dengan jumlah penerima terbesar, yakni 51 tim. Keempat tim dari UIN Sunan Kalijaga yang lolos dalam bidang ini turut memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan penelitian di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Empat Penelitian dengan Fokus pada Tantangan Pendidikan Kontemporer

Salah satu penelitian yang memperoleh pendanaan dikembangkan oleh Prof. Dr. Maemonah, M.Ag. melalui judul “Safir-PTKI: Pengembangan Model Safeguarding Berbasis Nilai Islam untuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.” Penelitian ini diarahkan pada pengembangan model perlindungan di lingkungan PTKI dengan menempatkan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Melalui penelitian tersebut, penguatan keamanan lingkungan kampus menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan tata kelola perguruan tinggi.

Penelitian berikutnya diketuai oleh Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd. dengan judul “Pengembangan Model Pembelajaran Inklusif Berbasis Integrasi Asesmen Diagnostik, Universal Design for Learning (UDL), dan Teknologi Asistif di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).” Riset ini berfokus pada pengembangan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan asesmen diagnostik, prinsip Universal Design for Learning, dan teknologi asistif. Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih inklusif dan mampu mengakomodasi keragaman karakteristik serta kebutuhan mahasiswa.

Sementara itu, Prof. Sigit Purnama mengembangkan penelitian bertajuk “Akal-Ra AI: Pengembangan dan Implementasi Multi-Situs Ekosistem Pembelajaran Computational Thinking Berbasis AI-Assisted Teacher Support untuk Penguatan Literasi Digital Awal dan Karakter Anak Raudhatul Athfal.” Penelitian ini mengangkat pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran computational thinking pada anak Raudhatul Athfal. Selain penguatan literasi digital sejak dini, riset ini juga menempatkan pembentukan karakter anak sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi.

Adapun Sibawaihi, Ph.D. memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul “Strategi Penguatan Daya Saing Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri: Studi Multisitus pada UIN Sunan Gunung Djati, UIN Syarif Hidayatullah, dan UIN Sunan Kalijaga.” Penelitian ini mengkaji strategi penguatan daya saing PTKIN melalui studi multisitus pada tiga universitas Islam negeri. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan perspektif dan rekomendasi bagi pengembangan strategi kelembagaan dalam menghadapi dinamika serta persaingan pendidikan tinggi.

Keempat penelitian tersebut memperlihatkan keberagaman fokus kajian yang dikembangkan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga. Meskipun memiliki objek dan pendekatan yang berbeda, seluruh penelitian berangkat dari persoalan aktual yang membutuhkan kontribusi ilmu pengetahuan, baik dalam aspek perlindungan warga kampus, pemerataan akses pembelajaran, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, maupun penguatan kapasitas kelembagaan perguruan tinggi.

LPPM Dorong Penelitian yang Menghasilkan Dampak Nyata

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, menyampaikan apresiasi kepada empat dosen yang berhasil memperoleh pendanaan RIB Tahun 2026. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun budaya penelitian yang kuat di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.

“Selamat kepada Bapak dan Ibu penerima pendanaan RIB 2026. Capaian ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat budaya riset di UIN Sunan Kalijaga. Kami berharap seluruh proses penelitian berjalan lancar, menghasilkan output dan outcome yang berkualitas serta memberikan dampak yang luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujar Abdul Qoyum.

Ia juga menilai keberlanjutan perolehan pendanaan melalui MoRA Air Fund selama tiga tahun terakhir sebagai perkembangan positif bagi ekosistem penelitian di UIN Sunan Kalijaga. Peningkatan jumlah tim penerima pendanaan pada 2025, yang kemudian diikuti oleh keberhasilan empat tim pada 2026, menunjukkan bahwa dosen terus mengambil bagian dalam kompetisi pendanaan riset di tingkat nasional.

“Sejak 2024 hingga 2026, terdapat 11 tim riset UIN Sunan Kalijaga yang mendapatkan pendanaan melalui MoRA Air Fund. Ini menjadi modal penting untuk terus mendorong riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan, berdampak, dan mampu memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga di tingkat nasional maupun global,” lanjutnya.

Bagi LPPM, keberhasilan memperoleh pendanaan merupakan salah satu tahapan penting dalam siklus penelitian. Lebih dari itu, pelaksanaan riset perlu diarahkan untuk menghasilkan luaran yang bermutu, memperluas pengembangan keilmuan, serta memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan institusi pendidikan.

Melalui penelitian yang mengangkat isu keamanan kampus, pendidikan inklusif, transformasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, dan daya saing PTKIN, UIN Sunan Kalijaga terus mendorong keterhubungan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata di lapangan. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan landasan bagi pengembangan model pembelajaran, perumusan kebijakan, serta penyusunan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Keberhasilan empat dosen dalam Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit 2026 menjadi bagian dari komitmen UIN Sunan Kalijaga untuk mengembangkan perguruan tinggi yang bertumpu pada keunggulan akademik dan produktivitas riset. Dengan dukungan ekosistem penelitian yang berkelanjutan, riset diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menghadirkan kontribusi yang terukur bagi kemajuan pendidikan, masyarakat, serta penguatan peran perguruan tinggi Islam di tingkat nasional dan global.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta
Whatsapp: 0813-1313-0005
Email: lppm@uin-suka.ac.id