LPPM UIN Sunan Kalijaga Bekali Mahasiswa Strategi Hilirisasi Riset dan Pengembangan Start Up
Yogyakarta — Pengembangan hasil penelitian tidak cukup berhenti pada penemuan dan luaran akademik. Agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, inovasi perlu diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, memiliki nilai ekonomi, dan berpeluang dikembangkan menjadi produk maupun usaha berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melalui penyelenggaraan Workshop Technopreneurship dan Inisiasi Start Up bagi mahasiswa penerima Hibah Penelitian Inovatif Mahasiswa Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teatrikal Fakultas Kedokteran pada Rabu (14/10/2026) ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami tahapan pengembangan inovasi, mulai dari identifikasi kebutuhan pengguna, pengujian kelayakan produk, hingga penyusunan model bisnis. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk melihat hasil penelitian sebagai potensi inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Koordinator Pusat Inovasi, Hilirisasi, dan Kekayaan Intelektual LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Nita Handayani, menyampaikan bahwa hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat. Namun, proses tersebut memerlukan strategi yang tepat agar inovasi dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan riset menuju pemanfaatan yang lebih luas perlu diiringi dengan penguatan kemampuan kewirausahaan berbasis teknologi. Peneliti tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan dan temuan baru, tetapi juga perlu memahami peluang usaha, melakukan validasi pasar, merancang model bisnis, serta mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan industri.
Ia juga menekankan pentingnya inisiasi perusahaan rintisan atau start up sebagai salah satu jalur untuk memperluas pemanfaatan dan komersialisasi hasil penelitian. Dalam prosesnya, perlindungan kekayaan intelektual dan pengembangan kemitraan dengan industri maupun investor menjadi aspek penting untuk mendukung keberlanjutan inovasi sekaligus memperbesar potensi manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan.
Mengembangkan Inovasi Berangkat dari Kebutuhan Pengguna
Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Direktur Edwar Healthcare, Edi Sukur, Ph.D., serta dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Rendra Chaerudin, S.E., M.M. Sesi panel dipandu oleh Asih Melati, S.Si., M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Dalam pemaparannya, Rendra Chaerudin menjelaskan bahwa pengembangan usaha berbasis teknologi perlu dimulai dengan pemahaman yang mendalam terhadap persoalan dan kebutuhan calon pengguna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah design thinking, yaitu proses pengembangan solusi yang berangkat dari pemahaman terhadap pengguna, perumusan masalah, pencarian alternatif solusi, hingga pengujian gagasan.
Pemahaman terhadap kebutuhan pengguna dapat dibangun melalui berbagai metode, seperti wawancara, survei, observasi, dan analisis data. Informasi yang diperoleh kemudian digunakan untuk merumuskan persoalan secara lebih tepat dan menghasilkan alternatif solusi yang relevan. Gagasan terpilih selanjutnya diwujudkan dalam bentuk prototipe untuk diuji dan disempurnakan berdasarkan tanggapan pengguna.
Melalui proses tersebut, pengembangan produk tidak semata-mata didasarkan pada asumsi peneliti. Sebaliknya, keputusan mengenai kelayakan dan penyempurnaan inovasi perlu mempertimbangkan bukti mengenai kebutuhan, pengalaman, serta respons calon pengguna terhadap produk yang ditawarkan.
Rendra juga memperkenalkan pendekatan lean startup sebagai strategi untuk mengurangi risiko dalam pengembangan usaha. Pendekatan ini dilakukan dengan membangun produk awal yang memiliki fitur inti atau minimum viable product (MVP). Produk awal tersebut digunakan untuk menguji respons pasar sebelum pengembangan dilanjutkan ke fitur dan fungsi yang lebih kompleks.
Apabila hasil pengujian belum menunjukkan kesesuaian antara produk dan kebutuhan pasar, tim pengembang perlu melakukan penyesuaian. Evaluasi dapat mencakup perubahan fitur, penentuan kembali segmen pengguna, maupun perbaikan model bisnis. Dengan demikian, proses inovasi berlangsung secara bertahap dan memberi ruang bagi pengembang untuk belajar dari pengalaman serta masukan pengguna.
Selain itu, pengelolaan pengembangan produk dapat dilakukan melalui pendekatan agile scrum, yakni metode kerja yang membagi proses pengembangan ke dalam siklus-siklus singkat dengan target dan pembagian tanggung jawab yang jelas. Setiap siklus diakhiri dengan peninjauan hasil dan evaluasi untuk mengidentifikasi kendala, menentukan prioritas perbaikan, serta memastikan pengembangan tetap sesuai dengan kebutuhan yang telah dipetakan.
Mendorong Riset Mahasiswa Menjadi Inovasi Berdampak
Penyelenggaraan Workshop Technopreneurship dan Inisiasi Start Up menjadi bagian dari upaya LPPM UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat keterhubungan antara penelitian, inovasi, dan dunia usaha. Melalui kegiatan ini, mahasiswa penerima Hibah Penelitian Inovatif Mahasiswa Tahun 2026 memperoleh wawasan mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengembangkan hasil penelitian agar memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas.
Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pola pikir inovatif dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Dengan memahami kebutuhan pengguna, menguji kelayakan solusi, serta menyusun model bisnis yang tepat, mahasiswa dapat mempersiapkan pengembangan hasil riset secara lebih terarah.
Di sisi lain, pendampingan pengembangan inovasi juga membuka peluang bagi hasil penelitian untuk memasuki tahap hilirisasi, baik melalui pengembangan produk, pembentukan usaha rintisan, maupun kolaborasi dengan pihak-pihak yang relevan. Proses ini membutuhkan kesinambungan antara kualitas penelitian, perlindungan kekayaan intelektual, kesiapan produk, dan strategi pemanfaatan hasil riset.
Melalui berbagai upaya tersebut, LPPM UIN Sunan Kalijaga terus mendorong penguatan budaya inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kebermanfaatan hasil penelitian. Ke depan, riset mahasiswa diharapkan mampu berkembang menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat, membuka peluang usaha berbasis pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan inovasi yang bernilai ekonomi dan sosial.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta
Whatsapp: 0813-1313-0005
Email: lppm@uin-suka.ac.id