Dorong Hilirisasi Riset Kesehatan, LPPM UIN Sunan Kalijaga dan Future Health Translation Hub (FHTH) Inisiasi Pengembangan Biomaterial Modular Operation Theatre (MOT)
Yogyakarta, 21 Mei 2026
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Future Health Translation Hub (FHTH) menginisiasi kerja sama riset dalam pengembangan biomaterial untuk kebutuhan Modular Operation Theatre (MOT) atau ruang operasi modular modern. Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dalam menghadirkan inovasi teknologi medis berbasis riset multidisipliner.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh:
- dr. RM. Wiskara Jatipradesthya, Sp.OG selaku leader Future Health Translation Hub (FHTH) dan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit JIH
- Dr. Nita Handayani dari Pusat Inovasi, Kekayaan Intelektual dan Hilirisasi
- Fahrul Nurkholis selaku peneliti LPPM UIN Sunan Kalijaga
- Dr. Widayanti, M.Si selaku Kaprodi Fisika FST UIN Sunan Kalijaga
- Dian Aruni Kumalawati, M.Sc selaku Kaprodi Sains Biomedis FST UIN Sunan Kalijaga
Dalam diskusi tersebut, dr. RM. Wiskara Jatipradesthya, Sp.OG menyampaikan keinginannya untuk membangun kolaborasi riset bersama UIN Sunan Kalijaga dalam pengembangan biomaterial yang dapat diaplikasikan pada Modular Operation Theatre (MOT). Biomaterial tersebut diharapkan memiliki karakteristik ringan, kuat, tahan lama, serta memiliki sifat antibakteri guna mendukung standar keamanan dan higienitas ruang operasi modern.
Pengembangan biomaterial untuk MOT dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi fasilitas kesehatan yang lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Material inovatif yang dikembangkan nantinya diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia medis terhadap ruang operasi dengan kualitas tinggi namun tetap efektif dalam implementasi dan pemeliharaan.
Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi awal untuk menjajaki potensi kolaborasi lintas disiplin, mulai dari bidang sains material, fisika, biomedis, hingga hilirisasi inovasi dan penguatan kekayaan intelektual. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan memiliki manfaat nyata bagi sektor kesehatan nasional.
Selain membuka peluang penelitian bersama, inisiasi kerja sama ini juga diarahkan pada pengembangan publikasi ilmiah, penguatan hilirisasi hasil riset, serta pengembangan produk inovatif yang dapat diimplementasikan secara nyata di dunia pelayanan kesehatan.
Melalui kolaborasi ini, LPPM UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berkontribusi terhadap pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi multidisipliner.