Menembus Jurnal Bereputasi: LPPM UIN Sunan Kalijaga Perkuat Publikasi Ilmiah
Yogyakarta, 16 September 2026 — Penelitian tidak selesai ketika laporan ditulis dan hasil riset tersimpan di perpustakaan. Di dunia akademik, pengetahuan menemukan daya hidupnya ketika dipublikasikan, diuji, dan diperbincangkan oleh komunitas ilmiah. Atas dasar itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Kegiatan Pendampingan Publikasi Ilmiah, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Dr. M. Falikul Isbah, G.D.Soc., M.A., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Dr. Moh. Mufid dari UIN Sunan Kalijaga sebagai pemateri. Pendampingan menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk memperkuat kemampuan mengolah hasil penelitian menjadi naskah ilmiah yang berkualitas dan memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah.
Bagi perguruan tinggi, publikasi ilmiah bukan sekadar persoalan administratif ataupun jumlah artikel. Kualitas substansi, kekuatan argumentasi, metodologi, kebaruan gagasan, serta kontribusi terhadap pengembangan ilmu menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Karena itu, pendampingan publikasi diarahkan untuk membangun budaya penelitian yang tidak berhenti pada laporan, tetapi mampu membawa temuan dan gagasan akademik ke ruang diskusi ilmiah yang lebih luas.
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, S.E.I., M.Sc.Fin., menegaskan bahwa penguatan publikasi ilmiah memiliki posisi strategis bagi peningkatan reputasi akademik institusi. Ia menyebut capaian UIN Sunan Kalijaga dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) tidak terlepas dari berbagai indikator kinerja akademik, salah satunya publikasi ilmiah.
“UIN Sunan Kalijaga mendapatkan peringkat yang bagus di THE. Salah satu bahannya berasal dari publikasi ilmiah. Jadi publikasi ini merupakan hulunya,” ujar Abdul Qoyum.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa publikasi merupakan bagian penting dari mata rantai pengembangan perguruan tinggi. Penelitian yang berkualitas perlu diikuti kemampuan mengomunikasikan hasilnya melalui publikasi, sehingga pengetahuan yang dihasilkan sivitas akademika dapat menjangkau komunitas keilmuan yang lebih luas.
Kehadiran Dr. Falikul Isbah dan Dr. Moh. Mufid dalam kegiatan ini memperkaya perspektif peserta mengenai tantangan publikasi ilmiah sekaligus strategi memperkuat kualitas naskah. Lebih dari sekadar meningkatkan jumlah publikasi, pendampingan diharapkan mendorong lahirnya karya ilmiah yang memiliki kontribusi akademik dan relevansi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen LPPM UIN Sunan Kalijaga dalam memperkuat ekosistem penelitian dan publikasi. Dengan tradisi meneliti, menulis, dan mempublikasikan yang berjalan beriringan, hasil riset diharapkan tidak berhenti sebagai arsip institusi, tetapi dapat menjadi pengetahuan yang terus dibaca, diuji, dikembangkan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, penguatan publikasi ilmiah pada akhirnya bukan hanya tentang mengejar angka pemeringkatan. Ia merupakan upaya membangun tradisi akademik yang sehat di mana penelitian menghasilkan pengetahuan, publikasi memperluas jangkauannya, dan pengetahuan tersebut kembali memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu dan masyarakat.