Kelompok 278 KKN UIN Sunan Kalijaga Perkenalkan Kajian Kitab Kuning, Menyentuh Hati Para Jamaa

Malang, [19 Agustus 2024] – Kelompok 278 KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mempersembahkan program inovatif “Kajian Kitab Kuning” yang pertama kalinya digelar di Masjid Baiturrohim, Dusun Petungsewu. Program ini telah berhasil menarik perhatian dan memberikan inspirasi serta menjadi terobosan di dalam peningkatan semangat religiusitas bagi jamaah setempat.Program “Kajian Kitab Kuning” merupakan inisiatif dari mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga untuk memperkenalkan dan mendalami kitab-kitab klasik Islam yang berharga. Kitab yang dikaji dalam program ini adalah kitab Tanqihul Qaul karangan Imam Nawawi Al-Bantani, kitab syarah atau penjelas dari kitab Lubabul Hadis milik Imam Jalaluddin Asy-Syuyuthi. Dalam penyelenggarannya, Saudara Diandra Rizky Rosayanto menjadi penanggung jawab di program ini. Bentuknya adalah memfasilitasi kajian ini dengan membacakan serta menjelaskan isi dari hadis-hadis yang tercantum didalamnya. Kitab ini berisikan berbagai hadis mengenai fadhilah atau keutamaan-keutamaan aktivitas keagamaan, di antaranya seperti keutamaan dalam memuliakan ilmu dan ulama, keutamaan dalam membaca basmalah, keutamaan dalam melantunkan kalimat Laa Ilaaha Illallah, keutamaan dalam membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. dan masih banyak bab keutamaan lainnya. Kajian ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan agama masyarakat, meningkatkan kualitas ibadah, membangun karakter yang lebih baik, serta mempererat hubungan sosial di antara mereka.

Kajian kitab kuning ini dilaksanakan rutin setiap malam selasa selepas jamaah maghrib. Dengan jangka waktu program KKN yang tersedia, kajian kitab kuning ini mampu berjalan selama 6 minggu, tepatnya 6 kali pertemuan. Dalam program ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mendalam tentang isi kitab kuning, tetapi juga cerita-cerita menarik dari redaksi hadis yang mampu memotivasi ibadah sekaligus relevansi kehidupan sehari-hari. Program ini mendapatkan sambutan hangat dari ketua takmir Masjid Baiturrohim, Bapak Shodiq, yang merasa sangat tersentuh dengan kehadiran program ini."Ini adalah langkah besar bagi kami di desa, khususnya di dusun Petungsewu, untuk lebih mendalami ajaran agama dan menjaga tradisi keilmuan. Kami mengerti bahwa ilmu itu harganya mahal, dan kami sangat bangga dan terharu jika ada program KKN berbentuk kajian seperti ini di masjid. Sebab jujur saja mas, KKN kali ini adalah yang pertama kali di desa memiliki program kajian kitab kuning semacam ini di masjid." ujar beliau saat memberikan sambutan pada penutupan program kajian kitab kuning.

Program ini merupakan bagian dari program kerja unggulan Kelompok 278 KKN UIN Sunan Kalijaga yang bertajuk ‘Nguripi Langgar’. Hal ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dan kesan positif bagi masyarakat melalui pemahaman ajaran Islam yang tercakup di dalam kitab Tanqihul Qaul. Kelompok 278 berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, semoga dengan suksesnya penyelenggaraan program kajian kitab kuning ini mampu mendorong masyarakat untuk terus giat dan semangat di dalam menjalankan ibadah dan berbagai aktivitas keagamaan.