Mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Ajak 45 Anak di Dusun Bakalan, Ponorogo untuk Belajar Ecoprint dari Alam
PONOROGO -Mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga mengajak sekitar 45 anak Madrasah Diniyah Al-Ibrahim mulai dari tingkat TK hingga kelas 6 SD belajar membuat Ecoprint dengan memanfaatkan daun dan bunga di lingkungan sekitar, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Al-Ibrahim, Dusun Bakalan, Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Ponorogo, tersebut dimulai pukul 15.45 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB
Kegiatan tersebut dirancang untuk melatih kreativitas anak sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan Ecoprint anak-anak diajak memilih bahan, menyusun pola, dan menghasilkan karya Ecoprint secara mandiri. Selain pencetakan di tote bag Ecoprint juga dapat dimanfaatkan untuk pencetakan baju, hijab, dan bahan kain lainnya.
Melani Febriana menyampaikan bahwa kegiatan Ecoprint dirancang untuk melatih kreativitas anak-anak melalui pengenalan seni cetak alam yang bisa ditemui dengan mudah di lingkungan Dusun Bakalan.
“Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bagaimana lingkungan di sekitar mereka juga bisa menjadi sumber belajar dan bahan untuk berkarya. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan Ecoprint ini, mereka semakin kreatif dalam memanfaatkan alam tanpa harus selalu menggunakan bahan yang sulit ditemukan.” ujar Melani Febriana
Sementara itu, Aurellia Nasywa Nathania Afifi menyampaikan bahwa Ecoprint dipilih sebagai kegiatan untuk anak-anak Madrasah Diniyah Al-Ibrahim karena bersifat sederhana, tetapi tetap seru dan edukatif untuk anak-anak.
“Ecoprint dipilih agar anak-anak bisa belajar memanfaatkan daun dan bunga yang ada di sekitar menjadi motif yang unik di tote bag. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga membuat anak-anak lebih mengenal dan peduli dengan lingkungan melalui cara yang sederhana dan menyenangkan.” Ujar Aurellia Nasywa Nathania Afifi.
Selama proses pembuatan Ecoprint, anak-anak didampingi mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga. Mereka diberikan kebebasan untuk memilih dan menyusun bunga serta daun yang akan dicetak. Setelah itu, bunga dan daun dipukul menggunakan batu secara merata hingga pigmennya keluar dan menempel pada tote bag. Setelah proses pewarnaan selesai, tote bag direndam dalam larutan tawas sebelum akhirnya dijemur di bawah sinar matahari hingga kering
Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga mengadakan sesi Penyerahan Hadiah. Tiga peserta kemudian mendapatkan hadiah berdasarkan keunikan karya dan cerita di balik susunan bunga yang mereka buat. Anak-anak juga diminta menjelaskan alasan pemilihan warna, bentuk, dan susunan bunga pada tote bag masing-masing.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran kreatif bagi anak-anak Madrasah Diniyah Al-Ibrahim dengan memanfaatkan potensi alam yang tersedia di lingkungan Dusun Bakalan.