Tingkatkan Kesehatan Santri, KKN UIN Suka dan Puskesmas Sedan Edukasi Pencegahan DBD serta Kebersihan Lingkungan di PP RN ASA
Rembang - Kesehatan lingkungan merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang tangguh, sehat, dan sejahtera. Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Desa Dadapan Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkolaborasi dengan pihak Puskesmas Sedan menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan. Program kerja yang mengusung tema pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pondok ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlatun Nasyi'in Asshidiqiyah (RN ASA) pada tanggal 27 Juli 2026. Kegiatan edukatif ini diikuti dengan penuh antusias oleh para santri dan pengurus pesantren di wilayah Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.
Kegiatan sosialisasi ini berangkat dari kepedulian mahasiswa KKN dan tenaga kesehatan terhadap potensi risiko penyebaran penyakit menular di lingkungan pemukiman padat seperti pondok pesantren, terutama menjelang dan selama masa pancaroba. Lingkungan pesantren yang menampung ratusan santri membutuhkan perhatian ekstra dalam hal tata kelola kebersihan dan sanitasi agar senantiasa terpelihara iklim belajar dan beribadah yang kondusif, nyaman, serta sehat. Oleh karena itu, langkah preventif berupa edukasi mendalam menjadi sangat krusial untuk membentengi para santri dari ancaman penyakit, khususnya DBD yang disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Inisiatif program kerja kolaboratif ini sejalan dan mendukung penuh pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu "Kehidupan Sehat dan Sejahtera" (Good Health and Well-being). Melalui edukasi intensif dan langkah pencegahan penyakit sejak dini, program ini bertujuan untuk menjamin kehidupan yang sehat serta meningkatkan derajat kesejahteraan bagi seluruh warga pesantren dan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 1 Desa Dadapan bertindak sebagai penyelenggara dan fasilitator kegiatan, sementara tim pemateri dihadirkan langsung dari Puskesmas Sedan untuk memberikan pemaparan materi secara klinis dan terpadu. Penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh petugas Puskesmas Sedan bersama tim pengabdi memberikan pemahaman mendalam bagi pihak pondok pesantren mengenai bahaya dan penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dalam sesi tersebut, dijelaskan secara terperinci mengenai siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, gejala klinis awal terjangkitnya DBD, hingga tata cara penanganan pertama saat santri mengalami demam tinggi mendadak. Tim penanggung jawab menekankan bahwa pengasapan (fogging) saja tidak cukup untuk memutus rantai penularan, sehingga gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi kunci utama. Pihak pesantren diimbau untuk konsisten menerapkan prinsip 3M (Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan barang bekas) yang dikombinasikan dengan tindakan Plus, seperti menaburkan bubuk larvasida (abate), memelihara ikan pemakan jentik, menjaga sirkulasi udara dan pencahayaan kamar santri, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam ruangan.
Selain pencegahan DBD, kegiatan ini juga membahas kebersihan lingkungan pondok pesantren secara menyeluruh melalui ruang diskusi interaktif. Pembahasan mencakup pentingnya menjaga kelayakan area kamar tidur, fasilitas MCK, dapur umum, hingga tata kelola serta pemilahan sampah harian. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN juga mengusulkan adanya pemberian subsidi obat-obatan dari pihak Puskesmas Sedan untuk mendukung kebutuhan medis dasar pihak pondok pesantren. Melalui pendekatan ini, edukasi dan usul yang disampaikan tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bebas dari vektor penyakit, tetapi juga memfasilitasi akses pelayanan kesehatan serta membentuk karakter santri yang disiplin, mandiri, dan peduli terhadap kesehatan diri maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi satu arah, tetapi juga diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif antara pemateri Puskesmas Sedan, mahasiswa KKN, pengurus pondok, dan para santri. Semangat kolaboratif yang terjalin erat dalam acara ini mencerminkan betapa pentingnya kemitraan strategis antara mahasiswa pengabdi, fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Melalui kemitraan dan rasa kepedulian bersama ini, pengurus Pondok Pesantren Raudlatun Nasyi'in Asshidiqiyah (RN ASA) menyambut baik seluruh edukasi dan arahan yang disampaikan. Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil sosialisasi tersebut melalui pembentukan tim santri siaga kesehatan, penyusunan jadwal piket kebersihan kamar dan lingkungan secara ketat, serta penyelenggaraan kegiatan kerja bakti massal secara berkala di seluruh area pesantren.
Tahapan kegiatan edukasi dan pencegahan penyakit menular ini menjadi sarana pembelajaran sosial yang sangat bermakna, tidak hanya bagi para santri tetapi juga bagi seluruh mahasiswa KKN yang terlibat. Integrasi yang harmonis antara akademisi, layanan kesehatan publik, dan institusi pendidikan pesantren membuktikan bahwa upaya edukasi preventif yang tepat sasaran mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini, Mahasiswa KKN 1 Desa Dadapan bersama Puskesmas Sedan dan Pondok Pesantren Raudlatun Nasyi'in Asshidiqiyah berharap dapat terus menciptakan lingkungan pesantren yang bersih, asri, sehat, dan bebas dari ancaman DBD. Pada akhirnya, aksi nyata dan pengabdian ini merupakan wujud kepedulian bersama untuk mencetak generasi muda santri yang tidak hanya unggul secara spiritual dan intelektual, tetapi juga sehat dan kuat secara fisik maupun sosial.