KKN UIN SUNAN KALIJAGA KELOMPOK 125 SENSUS LAHAN KAKAO SEBAGAI TAHAP AWAL MENUJU DOGA SEBAGAI SENTRA KAKAO

LP2M -Senin (26/07/2021), KKN UIN Sunan Kalijaga 105 Dusun Doga melakukan sensuslahan kakao kepada masyarakat pedukuhan Dusun Doga. Suharno selaku Dukuh Doga melakukan pengarahan secara lansung kepada teman-teman KKN UIN Sunan Kalijaga 105 dan KKN dari UST yang kebetulan juga sedang melakukan KKN di Dusun Doga. Selain itu ia juga memberikan dukungan kepada mahasiswa KKN yang mempunyai program pendataan lahan kakao sebagai tahap awal menuju Doga sebagai dusun kakao.

Tanaman kakao di Dusun Doga mulai dibudidayakan sejak tahun 1986. Seiring berjalannya waktu tanaman kakao semakin berkembang. Pada tahun 2018, Perseroan Terbatas Asuransi Jasindo memberikan bantuan rumah produksi kakao dan alat pengolahan cokelat untuk kelompok Tani Kakao Margo Dadi III. Pada tahun 2020, produksi rumah kakao mengalami sedikit hambatan karena pandemi dan hasil tanaman kakao yang semakin tahun semakin menurun karena cuaca yang tidak menentu dan kurangnya perawatan dari pemilik lahan. Perubahan cuaca yang tidak menentu menyebabkan petani kakao mengalami kegagalan dalam pembibitan dan hasil panen juga tidak stabil. Selain itu, produksi kakao di Dusun Doga belum dapat didata dengan bagus, karena kebanyakan petani menjual hasil panen ke tengkulak.

“Dengan adanya pendataan tersebut diharapkan petani kakao di Dusun Doga kembali dapat meningkatkan produksi kakao dan mengetahui kondisi lahan kakao saat ini” kata Suherman selaku ketua kelompok tani sekarang.

Pada saat proses pendataan tersebut mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga juga melakukan kegiatan sosial dengan membagikan masker dan handsanitizer sebagai wujud dukungan terhadap pencegahan penyebaran Covid 19 yang semakin meningkat. Proses pendataan ini juga mendapat dukungan dari masing-masing ketua rt setempat dengan memberikan izin pendataan dan memberi gambaran informasi terkait data masyarakat setempat.

Dari hasil pendataan, dapat di simpulkan bahwa produksi kakao di Dusun Doga sedang mengalami penurunan karena beberapa faktor, diantaranya; perubahan cuaca yang tidak menentu, keadaan lingkungan sekitar lahan tanam yang terlalu teduh sehingga mengganggu produktivitas pohon kakao. Selain itu, sulitnya mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau karena pupuk dari pemerintah tidak didistribusikan dengan baik dan kesalahan petani dalam memilih pupuk sehingga menyebabkan tesktur tanah berubah.

Data yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk pembuatan kartu tani bagi masyarakat Dusun Doga. Pembuatan kartu tani bertujuan untuk memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk subsidi secara terjangkau dan tepat sasaran. Selain itu, guna meningkatkan produktivitas kakao di Dusun Doga dalam rangka menjadikan Dusun Doga sebagai sentra kakao di Desa Nglanggeran. (Zaini, 2021)