Membangun Generasi Berdaya dengan Growth Mindset bersama KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Sabtu, 27 Juli 2024, KKN 114 UIN Sunan Kalijaga mengadakan pelatihan Growth Mindset bagi anggota organisasi Karang Taruna “Taruna Bhakti” yang didampingi Kelompok 21 Dusun Banyunganti Lor, Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Peserta pelatihan didominasi oleh remaja yang baru terlibat dalam karang taruna, karena proses rekrutmen anggota baru saja berlangsung.Setelah dilakukan asesmen berupa observasi lapangan dan wawancara dengan ketua Karang Taruna, ditemukan bahwa sebagian besar anggota organisasi masih memiliki pola pikir tetap atau fixed mindset. Berdasarkan temuan ini, kami, Kelompok 21 KKN 114, menginisiasi pelatihan Growth Mindset dengan tujuan membentuk karakter individu dan mengembangkan sumber daya manusia di organisasi Karang Taruna “Taruna Bhakti”.
Pelatihan ini dipandu oleh Rizka Salma Adelia, seorang mahasiswi Psikologi yang mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dari mata kuliah Training and Development. Pelatihan berlangsung dengan berbagai aktivitas seperti pre-test, ice breaking, pemaparan materi, studi kasus, permainan, diskusi kelompok, serta post-test.Pada sesi pemaparan materi, peserta dikenalkan dengan definisi Growth Mindset dan mempelajari manfaatnya, terutama dalam konteks organisasi kemasyarakatan. Selanjutnya, dibahas perbedaan antara Growth Mindset dan Fixed Mindset, serta strategi untuk mengembangkan Growth Mindset. Pada sesi diskusi kelompok, peserta yang terbagi dalam kelompok kecil (5-6 orang) diminta mengidentifikasi 14 bentuk dialog batin yang mencerminkan growth mindset dan fixed mindset. Diskusi ini dipadukan dengan permainan menyenangkan, sehingga peserta dapat menikmati proses belajar sambil mengimplementasikan Growth Mindset dalam permainan yang mereka ikuti.
Pelatihan ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek pembelajaran. Sasaran kognitif pelatihan adalah agar peserta memahami konsep Growth Mindset secara mendalam. Sasaran afektif berfokus pada peningkatan antusiasme dan komitmen peserta dalam menerapkan Growth Mindset. Sasaran psikomotorik diarahkan pada kemampuan peserta untuk menerapkan strategi Growth Mindset melalui diskusi dan permainan yang melibatkan interaksi langsung dan pemecahan masalah.
Untuk memupuk jiwa kompetitif antar kelompok, penghargaan diberikan kepada kelompok yang berhasil menyelesaikan tugas diskusi dengan jawaban tepat dan waktu tercepat. Pelatihan diakhiri dengan pemberian penghargaan bagi kelompok terbaik serta peserta teraktif. Seluruh peserta menunjukkan keaktifan dan antusiasme yang tinggi selama pelatihan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang Growth Mindset, perbedaannya dengan Fixed Mindset, serta strategi pengembangannya, dengan skor rata-rata yang meningkat dari 5,4 sebelum pelatihan menjadi 12,9 setelah pelatihan, atau mengalami peningkatan sebesar 138,89%.Harapannya, anggota Karang Taruna dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama pelatihan ke dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam berorganisasi.(RSA/AF)