KKN UIN SUNAN KALIJAGA DI SRIHARJO, DESA WISATA DENGAN SEJUTA PESONA

Foto Bersama Pengelola Wisata Desa Sriharjo, Bapak Suwandi
LP2M -Rabu, 28 Juli 2021,mahasiswa KKN angkatan 105 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kelompok 87 mengunjungi Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY yang menjafi lokasi Kuliah Kerja Nyata. Tujuan utama mereka adalah bersilaturahmi ke kediaman Bapak Suwandi selaku pengelola wisata Desa Sriharjo. Faiz Muaddibi, selaku ketua kelompok mengemukakan tema KKN kelompok 87 yakni “Pengembangan Desa Wisata”. Tema tersebut dipilihkarena Desa Sriharjomemiliki potensi beberapa wisata dalam satu desannya.Karenaitu kelompok 87memohon bimbingan dan bantuan Suwandi sebagai pihak yang bersangkutan untuk mensukseskan kegiatan-kegaitan KKN. Bapak Suwandi menyambut kelompok KKN tersebut dengan tangan terbuka dan mengarahkan mereka untuk menghubungi karang taruna desa tersebut untuk saling bekerja sama dalam mensukseskan program-program kerja yang akan dilaksanakan.
“Dulu sebelum ada Covid-19, desa ini ya lumayan rame mas, karena di dalam desa ini sendiri kan wisatanya banyak, ada terasering, Sungai Oyo, Techno Ecopark, dan air terjun juga. Tetapi karena sekarang sedang kondisi pandemi seperti ini, jadi dua tahun belakangan ini ya pengunjung menurun drastis.Sungai itu, dulu rame sekali mas. Bisa dipakai main arum jeram, sepeda air, rafting, perahu, bahkan tracking ” Ujar Suwandi.
Bapak Suwandi menunjukkan beberapa artikel dan proposal yang di dalamnya berisi sejarah wisata-wisata tersebut dan dokumentasinya. Bapak Suwandi berharap kelak Desa Sriharjo ini bisa dikenal sampai kancah internasional.Bapak Suwandi kemudian mengantar seluruh anggota KKN kelompok 87 menuju rumah salah seorang karang taruna bernama Sumardi sembari menunjukkan beberapa tempat wisata yang dilewati.
Selama perjalanan menuju rumah Bapak Sumardi kempok KKN dimanjakan dengan pemandangan wisata yang terdapat di desa tersebut mulai dari sungai Oyo yang mengalir sepanjang perjalanan, kanan dan kiri kita juga digapit perbukitan yang indah. Desa Sriharjo bahkan tidak terasa terik meski di tengah hari. Pepohonan yang rindang dan angin sepoi-sepoi membuat terik matahari tidak begitu terasa. Kami diajak Bapak Sumardi untuk menemui ketua karang taruna desa tersebut yang bernama Mbah Jio. Dari Mbah Jio mereka mengetahui bahwa selain sebagai tempat wisata, Sungai Oyo juga menyimpan banyak potensi salah satunya adalah batu akik. Enam tahun yang lalu, tepatnya tahun 2015, saat batu akik sedang viral-viralnya, Desa Sriharjo ini ramai sekali pengunjung yang ingin membeli batu akik.
“Ya karena warga sini kebanyakan ekonominya masih rendah mas, jadi ya pas musim akik itu warga pada seneng cari-cari batu mulia dari sungai untuk dijual, lumayan untuk tambah-tambah.” ucap Mbah Jio pada kelompok KKN.
Baik bapak Suwandi, Sumardi dan mbah Jio sangat antusias sekali dengan program-program kerja kelompok KKNUIN Sunan Kaliajga di Desa Sriharjo dalam rangkamembatu mempromosikan desa wisata Sriharjo agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. (Luluk,2021).