Manfaatkan Lahan Sederhana, Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Ajak Pemuda Karangdowo Bantu KWT

Mahasiswa KKN gotong royong bersama pemuda dan bapak-bapak membuat rak tanaman
Pemanfaatan lahan sempit sebagai tempat bercocok tanam makin menjamur di kalangan ibu-ibu rumah tangga, baik di desa maupun kota. Upaya tersebut salah satunya dilakukan oleh ibu-ibu yang bergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Maju Desa Munggung, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Dengan berbekal lahan seadanya yang berada di pinggir desa, sejumlah ibu rumah tangga membudidayakan tanaman sayur, seperti kangkung, sawi hijau, terung, cabai, dan tomat.
Bu Joko, selaku Ibu Ketua RW 04, menuturkan kegiatan bercocok tanam tersebut merupakan kegiatan rintisan bersama Ibu Lurah Desa Munggung dan ibu-ibu yang notabene adalah ibu rumah tangga. Meski baru beberapa bulan, tetapi hasil kegiatan budidaya sayur tersebut telah dapat dirasakan oleh segenap anggotanya. Selain dapat memperoleh sayur yang bisa dikonsumsi oleh keluarga, ibu-ibu KWT tersebut juga memperoleh sumber penghasilan tambahan dari hasil panen sayur yang dijual ke pedagang sayuran.
Namun, tidak bisa dimungkiri keterbatasan lahan menjadi kendala utama bagi ibu-ibu KWT dalam budidaya sayuran. Melimpahnya bibit sayur yang ada, tidak sebanding dengan lahan yang diperlukan."Kegiatan KWT ini baru dimulai tahun ini, Mbak. Usaha ini masih rintisan, sehingga yang terlibat tidak begitu banyak. Bibitnya sudah ada banyak bahkan sampai diletakkan di polybag. Soalnya lahannya kurang memadai," tutur Ibu Lurah Desa Munggung yang juga merupakan salah satu inisiator KWT.
Melihat kondisi yang demikian, mahasiswa KKN UIN SUKA kelompok 89 pun mengajak muda-mudi karang taruna RW 04 bergotongroyong untuk membuatkan rak tanaman bagi ibu-ibu KWT. Tepat Minggu pagi (26/7), mahasiswa KKN pun melakukan kerja bakti di lokasi lahan KWT sekaligus gotong royong untuk membuat rak tanaman.
Mahasiswa KKN yang berjumlah dua belas orang itu pun dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari tujuh mahasiswi yang membantu ibu-ibu KWT, mulai dari menyiangi rumput liar di sekitar lahan sayuran hingga menyiapkan makan siang dan mencuci piring. Adapun kelompok kedua terdiri dari lima mahasiswa yang membantu pemuda dan bapak-bapak untuk membuat rak tanaman.Antusiasme mahasiswa KKN dan pemuda karang taruna pun turut menarik perhatian warga sekitar.
Punggawa desa seperti Pak RW 04 dan beberapa bapak-bapak lainnya akhirnya pun turut serta terjun ke lapangan. Dengan begitu sabarnya, bapak-bapak mendampingi, mengarahkan, dan membantu para mahasiswa KKN serta pemuda membuat konsep rak tanaman. Sebelumnya, mahasiswa KKN hanya berencana akan membuat rak berukuran 2x1x 0,5 meter sebanyak 2-3 buah saja. Akan tetapi, dengan dukungan uang kas pemuda RW 04, Alhamdulillah, rak tanaman untuk cocok tanam ibu-ibu KWT dapat dibuat menjadi jauh lebih besar dengan ukuran kurang lebih 6x1×3 meter.
Dengan semangat kebersamaan, akhirnya rak tanaman untuk ibu-ibu KWT pun jadi dengan sempurna. Rak dengan tinggi hampir tiga meter, berdiri tegak di atas kali kecil sepanjang area penjemuran padi dekat lahan KWT. "Terima kasih, Mas, Mbak. Rak tanaman ini jauh di luar ekspektasi kami. Akhirnya, kami dapat budidaya sayur lebih banyak," tutur Ibu Joko, Ibu RW 04.
Usai kegiatan pembuatan rak tanaman, mahasiswa KKN pun turut membaur kepada masyarakat sembari menikmati santapan makan siang yang telah disiapkan oleh ibu-ibu KWT dan beberapa mahasiswi KKN. Dengan makanan ala kadarnya, mereka tampak begitu menikmati hidangan sambil sesekali terdengar celoteh riang antara mahasiswa KKN dan pemuda karang taruna. Tak ada kecanggungan, yang ada hanyalah gelak tawa.