Antusiasme Masyarakat Desa Pasaleman Dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah Oleh Mahasiswa KKN Kolaborasi 3 PTKIN Kelompok 165
Cirebon - Dalam rangka upaya pengelolaan sampah di Desa Pasaleman Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon, KKN Kolaborasi 165 yang terdiri dari UIN Siber Syekh Nurjati, UIN Sunan Kalijaga dan UIN Sunan Gunung Djati, mengadakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang bertemakan “Sinergitas Masyarakat dalam Mewujudkan Efektivitas Pengelolaan Sampah Desa Pasaleman yang Berkelanjutan” pada Jum’at 02 Agustus 2024 bertempat di Ruang PKK Kantor Desa Pasaleman. Persoalan sampah menjadi masalah krusial yang dialami setiap masyarakat tak terkecuali di Desa Pasaleman. Beberapa tahun yang lalu dari pemerintah sudah menyediakan tim pengangkut sampah di desa, namun muncul konflik dengan petugas dan akhirnya harus terhenti. Dari sinilah warga mulai tidak terkondisikan dalam pembuangan sampah. Masih luasnya lahan warga menjadikan tempat itu sebagai lahan pembuangan sampah rumah tangga oleh warga, yang pada kenyataannya hal tersebut dapat mencemari lingkungan.
Maka dari persoalan yang didapatkan, Kelompok KKN Kolaborasi 165 mengadakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang didalamnya membahas mengenai pemilahan sampah, pengenalan bank sampah, dan praktik pupuk kompos. Bapak Rofi’i yang merupakan Ketua Bank Sampah Tumaritis Desa Pasaleman menyampaikan bahwa sampah anorganik rumah tangga dapat bernilai ekonomis dengan ditabung pada Bank Sampah. Sampah anorganik yang dapat ditabung diantaranya botol, gelas minuman, kardus, dan barang lainnya yang dapat didaur ulang. Tabungan bank sampah tersebut bisa menjadi dana simpanan masyarakat yang lebih bermanfaat nantinya. Salah satu inovasi terbaru dari bank sampah dengan mencanangkan pembayaran Pajak Bumi Bangunan dan pembuatan SIM dari tabungan bank sampah. Masih minimnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah anorganik menjadi tugas bersama untuk tidak henti-hentinya mensosialisasikan pentingnya keberadaan bank sampah.
Bapak Yayan Hendriyan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon yang merupakan pemateri kedua memaparkan pemilahan sampah rumah tangga dan pengelolaan sampah organik yang bisa dijadikan barang yang lebih berguna salah satunya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos. Pemilahan sampah rumah tangga penting bagi masyarakat, bahwasanya sampah sendiri dapat bernilai ekonomis dan juga sebagai bentuk sikap masyarakat akan peduli lingkungan. Sampah organik dari sisa dapur seperti sayuran dan buah dapat diolah secara pribadi oleh masyarakat menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kesuburuan tanah dan baik untuk pertumbuhan tanaman.
Dalam praktiknya Bapak Yayan menyampaikan bahwa yang perlu disiapkan sederhananya yakni sisa sampah organik, tanah humus, bioaktivator, daun kering dan alat komposter yang dapat berupa compost bag, komposter tegak, biopori dan lain sejenisnya. Sisa sampah organik yang biasanya hanya dibuang dapat lebih bernilai ketika diolah menjadi pupuk kompos dan masyarakat akan mendapatkan keuntungan tambahan untuk kesuburan tanaman yang ditanam oleh setiap rumah tangga. Masyarakat tidak perlu lagi membeli pupuk untuk tanamannya, karena telah mendayagunakan sisa sampah organik sebagai pengganti pupuk tanaman. Harapannya Masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah baik itu organik ataupun anorganik dalam kehidupannya, agar dapat meminimalisir dampak dari sampah itu sendiri.
Di akhir sesi, masyarakat yang ikut dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang diadakan di Balai Desa Pasaleman, mendapatkan doorprize berupa botol kaca serbaguna yang dapat digunakan untuk tempat minyak, kecap dan lainnya. Botol kaca serbaguna ini merupakan hasil daur ulang dari botol bekas sirup yang diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat, sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa barang bekas yang biasanya dibuang, ternyata ada beberapa yang bisa dimanfaatkan kegunaannya. (KKN Kolaborasi 165)