KKN Tematik UIN Sunan Kalijaga Laksanakan Tata Kelola Ruang dan Pembaharuan pada Ruang Kuliner Taman Wisata Makmur Banjeng, Maguwoharjo

Tim KKN melaksanakan rekonstruksi dan rekondisi Taman Wisata Makmur Banjeng. Foto oleh: Risaldo

Tim KKN melaksanakan rekonstruksi dan rekondisi Taman Wisata Makmur Banjeng. Foto oleh: Risaldo

Tim KKN melaksanakan rekonstruksi dan rekondisi Taman Wisata Makmur Banjeng. Foto oleh: Risaldo

Tim KKN melaksanakan rekonstruksi dan rekondisi Taman Wisata Makmur Banjeng. Foto oleh: Risaldo

Tim KKN melaksanakan rekonstruksi dan rekondisi Taman Wisata Makmur Banjeng. Foto oleh: Risaldo
LP2M -Yogyakarta, Selasa (23/08/2022)—Demi memantapkan wawasan alam dan memahami realitas kehidupan masyarakat, penerjunan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan ke-108 Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bertempat di Dusun Banjeng, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta mengusung tema “Pendampingan Desa Wisata”. Kedatangan KKN Tematik 108 Maguwoharjo bertujuan untuk mendampingi warga dalam merealisasikan Dusun Banjeng sebagai desa wisata yang dapat menjadi sarana edukasi untuk seluruh elemen masyarakat.
Dusun Banjeng memiliki potensi wisata yang besar. Ini dikarenakan dusun tersebut memiliki proyek Taman Wisata Makmur Banjeng (WMB) yang kedepannya akan menjadi satu kesatuan antara kelompok-kelompok yang ada di Dusun Banjeng, seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartika, Kelompok Ternak, Kelompok Tani, dan Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Makmur. Namun, proyek ini sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 yang membuat kondisi WMB tidak tertata lagi. Karena itu, tim KKN menyelenggarakan kegiatan Tata Kelola Ruang dan melakukan pembaharuan pada ruang kuliner di Taman Wisata Makmur Banjeng (WMB).
Dalam pelaksanaannya, seluruh tim KKN 108 Maguwoharjo bekerja sama dengan Bapak Nur Kholis sebagai Ketua Taman Wisata Makmur Banjeng (WMB) sekaligus pendamping KKN Tematik 108 Maguwoharjo dan Bapak Jumingin sebagai Ketua RW 034 untuk menjalankan Tata Kelola Ruang dan memperbaharui ruang kuliner yang ada di Wisata Makmur Banjeng. Tata Kelola Ruang berupa rekonstruksi dan rekondisi Taman Wisata Makmur Banjeng sesuai dengan konsep awal, dan beberapa hal lain yang dilakukan di antaranya renovasi bangunan dan reboisasi. Sedangkan, pembaharuan pada ruang kuliner dilakukan dengan cara pengecatan ulang, pemasangan kaca, dan pembersihan. Keduanya bertujuan untuk mendukung Master Plan Pembangunan Desa Wisata Banjeng. Kegiatan yang berlangsung selama tujuh minggu ini berhasil dalam mengembalikan fungsi Taman WMB sebagai tempat edukasi. Keberhasilan tersebut ditandai dengan digunakannya salah satu fasilitas Taman WMB sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pelatihan. Pelatihan yang dimaksud adalah Capacity Building, yaitu Pelatihan Organik Cair dengan tema “Build Our Community with Empowerment Activity” dan dilaksanakan pada Minggu (14/08/2022). Berdasarkan wawancara tim KKN Tematik kelompok 13 dengan Bapak Nur Kholis pada Selasa, (16/08/2022), pelatihan yang menyangkut pertanian dan perkebunan seperti ini menjadi awal untuk kelak kedepannya Taman Wisata Makmur Banjeng (WMB) dapat dihadirkan sebagai pusat edukasi Dusun Banjeng, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.
Bapak Nur Kholis menegaskan bahwa, program seperti ini harus tetap dilanjutkan karena dapat menjadi nilai yang baik.
“Harapannya, adik-adik ini tidak sekedar saat ini (saja), tapi menjadi keberlanjutan. Ketika sampean (kalian) suatu saat saya pingen (ingin) dolan (pergi bersenang-senang), kemudian pingen mengabdikan lagi secara pribadinya, itu kan nilai yang baik. Kan tidak akan pernah salah ketika perbuatan baik itu dikerjakan. Tidak akan salah. Artinya mesti akan berbalik.” Ujar Ketua Taman Wisata Makmur Banjeng (WMB) sekaligus pendamping KKN Tematik 108 Maguwoharjo tersebut. (Yunika)