Keseruan Kelompok KKN 280 Malang Saat Menonton “Mberot” Di Dusun Kedampul
Yogyakarta – 1 September 2024 Kelompok KKN 280 hampir setiap malam akhir pekan menghabiskan waktunya untuk menonton Bantengan, atau warga Dusun Kedampul biasa menyebutnya “Mberot”.Mberot merupakan kesenian dimana magis, spiritual, dan filosofis tergabung menjadi satu, dan menciptakan suatu pagelaran yang menjadi daya Tarik yang luar biasa. Tak ayal, warga setempat pun berbondong-bondong menonton aksi dari para bantengan tersebut.
Pertunjukan yang disukai semua kalangan ini seakan menjadi pelepas lelah warga Dusun Kedampul sehabis meladang. Atraksi-atraksi yang di lakukan para pemain mberot, menimbulkan rasa takjub yang memukau.Apalagi ketika para pemain mengalmi peristiwa kalapan atau kesurupun, sehingga mereka lepas kontrol dan ingin keluar arena. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri, meskipun penonton dibuat ketakutan.
Pertunjukan Bantengan ini menjadi hal baru bagi Kelompok KKN 280 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pasalnya pertunjukan Bantengan ini hanya ada di Malang Raya, dan menjadi pengalaman baru yang menarik perhatian.Bahkan setiap kali ada pertunjukan Bantengan baik di Dusun Kedampul atau di dusun sebelah, kelompok KKN 280 tidak pernah absen. Mereka menghabiskan waktu menyaksikan mberot kalapan bahkan sampai dini hari.Begitu menariknya pertunjukan Bantengan juga menginisiasi kelompok KKN 280 untuk membuat salah satu program unggulan dengan tema kebudayaan, khusus untuk Bantengan.
Kelompok KKN 280 bersama salah satu kelompok Bantengan Dusun Kedampul membuat video documenter mengenai perjalanan Bantengan di Dusun Kedampul. Tujuan program kerja ini untuk menambah informasi mengenai bantengan juga sekaligus sebagai ajang promosi agar pertunjukan Bantengan dapat dikenal luas di seluruh Indonesia.Lebih jauh, program kerja ini mendapat antusias dari pegiat seni Bantengan di Dusun Kedampul, sehingga diharapkan video dokumenter tersebut dapat disaksikan halayak luas untuk mengenal bantengan di Dusun Kedampul.
Meskipun pertunjukan Bantengan telah mengalami perubahan dari sisi tampilan disbanding dengan awalnya. Namun, hal inilah yang membuat pertunjukan Bantengan makin digemari oleh semua kalangan.Bantengan menjadi alat pemersatu masyarakat, karena hanya saat ada pertujukan Bantengan seluruh masyarakat berbondong-bondong menyaksikan pertujnjukan tersebut sampai larut malam.Magis Bantengan menjadi salah satu dari kesenian serupa di Nurasantara yang harus tetap lestari di tengah arus budaya luar yang semakin menggerus tradisi leluhur.