Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Dusun Gesingan, Dadapan, Pacitan Gelar Pelatihan Ecoprint Untuk Ibu-Ibu PKK
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 114 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berada di Dusun Gesingan, Dadapan, Pacitan menggelar pelatihan Ecoprint bersama warga gesingan yang juga dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Dadapan pada Minggu (28 Juni 2024). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Dusun Gesingan dengan tujuan memperkenalkan dan mempraktikkan teknik Ecoprint yang ramah lingkungan dan dapat menunjang ekonomi masyarakat setempat.
Ibu Kepala Dusun (Kasun), Pipik Puji Kristiani, mengatakan “Program pelatihan Ecoprint bersama anak-anak KKN berjalan dengan lancar, untuk peserta diambil dari ibu PKK Dusun Gesingan dan beberapa perwakilan dari ibu PKK Desa Dadapan.” Ibu Kasun juga menyampaikan banyak terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menggelar pelatihan Ecoprint. Semoga dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan daya ekonomi dan kreatifitas warga Gesingan.
Mahasiswa KKN, Anggun Lintang, mengatakan “Program ini adalah salah satu program unggulan dari kelompok kami (303), semoga dengan diadakan pelatihan Ecoprint bisa mendobrak nilai ekonomi warga dan berkelanjutan untuk kedepannya.” Selain itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rizal Al Hamid, dalam sambutannya memberikan pesan positif akan pelatihan Ecoprint ini. Beliau menyatakan dukungan dan harapan agar program ini bisa bermanfaat, meningkatkan ekonomi dan berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Gesingan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan warga dengan memanfaatkan bahan alami untuk meningkatkan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Teknik Ecoprint memanfaatkan bahan-bahan dari alam seperti dedaunan dan bunga untuk kemudian dibuat menjadi pola pada kain. Ecoprint tidak hanya menciptakan pola unik, abstrak dan estetik tapi juga menanamkan produk yang ramah lingkungan karena pembuatan tanpa bahan kimia yang berbahaya. Mahasiswa KKN Angkatan 114 UIN Sunan Kalijaga memandu pelatihan dengan menjelaskan langkah-langkahnya. Teknik Ecoprint sendiri menggunakan metode pounding atau teknik pukul. Untuk langkahnya dimulai dari pemilihan bahan, kain, cara memukul, mencetak warna hingga mengikat warna di daun. Setelah proses pembuatan pola, selanjutnya adalah proses pengikatan warna yang direndam menggunakan air yang dicampur dengan tawas. Dalam sela-sela waktu menunggu diadakanlah makan lotis bersama. Ibu-ibu PKK sudah berbekal buah dan pisau dari rumah.
Para peserta sangat antusias dan berperan aktif dalam pelatihan Ecoprint ini. Saling berlomba memberikan hasil terbaik untuk menciptakan pola kain yang unik. Salah satu peserta, Wulan mengatakan “Alhamdulillah pelatihan Ecoprint berjalan dengan lancar, menyenangkan dan asik. Untuk bahan juga mudah untuk didapatkan. Harapannya semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat gesingan dan bisa menginspirasi nantinya untuk berkarya”
Diharapkan, setelah adanya kegiatan pelatihan Ecoprint bisa meningkatkan kreativitas, keterampilan warga dan manfaat yang berkelanjut untuk meningkatkan peluang usaha membuat produk ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan hal baru tetapi juga sebagai upaya untuk merawat dan melestarikan alam sekitar.