Optimalisasi Pendidikan Agama di TPA: Solusi dan Harapan untuk Meningkatkan Kualitas Keberagamaan
Petungroto, 27 Juli 2024 – Pendidikan agama yang sistematis dinilai sebagai kunci utama untuk meningkatkan kualitas keberagamaan
Petungroto, 27 Juli 2024 – Pendidikan agama yang sistematis dinilai sebagai kunci utama untuk meningkatkan kualitas keberagamaan masyarakat. Namun, di Desa Petungroto, berbagai tantangan menghambat perkembangan Pendidikan Al-Qur'an dan Keagamaan (TPA) yang ada di desa tersebut. Kurangnya minat anak-anak, kesadaran orang tua yang rendah, keterbatasan tenaga pengajar, serta kurangnya buku pedoman ajar menjadi beberapa masalah utama yang dihadapi.
Wiji Asrori, salah satu pemuka agama di Desa Petungroto mengungkapkan minat anak terhadap pendidikan agama menurun dikarenakan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan agama anak yang rendah serta tenaga pengajar yang terbatas. "Saya lihat minat anak-anak terhadap pendidikan agama makin menurun, dan orang tua juga belum terlalu peduli. Selain itu, kita kekurangan tenaga pengajar yang berkualitas dan belum punya buku pedoman ajar, jadi kualitas pembelajaran di TPA kurang maksimal. Sarana dan prasarana yang ada juga belum dimanfaatkan sepenuhnya", ujarnya.
Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, KKN Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Kediri Desa Petungroto merencanakan sejumlah langkah strategis. Sosialisasi tentang pentingnya pendidikan TPA dilakukan melalui berbagai kegiatan keagamaan masyarakat untuk meningkatkan minat dan kesadaran. Selain itu, metode pembelajaran yang menarik juga diterapkan untuk memberikan stimulus kepada peserta didik TPA. Upaya lain termasuk pelatihan bagi masyarakat yang kompeten agar dapat menjadi tenaga pengajar yang berkualitas, serta pengadaan buku pedoman ajar untuk mendukung proses pembelajaran.
Pemanfaatan sarana dan prasarana di TPA juga dioptimalkan dengan melatih peserta didik untuk memanfaatkan fasilitas yang ada. Kegiatan pendidikan TPA juga dilaksanakan bersama mahasiswa KKN untuk memperluas jangkauan dan dukungan dalam masyarakat. Ketua KKN Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Kediri Desa Petungroto, Utabik Sovkhal mengonfirmasi bahwa pendidikan agama anak penting untuk membentuk karakter dan nilai-nilai moral anak sejak dini. "Pendidikan agama anak itu krusial banget buat membentuk karakter dan nilai-nilai moral mereka dari kecil. Ini bikin mereka punya dasar yang kuat dalam mengambil keputusan dan bisa lebih menghargai kepercayaan serta tradisi di sekitar mereka." ujarnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan minat dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan agama akan meningkat. Ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten, buku pedoman ajar yang memadai, serta penggunaan fasilitas yang optimal di TPA akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Proses belajar mengajar yang berkelanjutan juga diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kualitas peserta didik.
Program ini menyasar peserta didik dari jenjang TK hingga SMP di Desa Petungroto dan dilaksanakan setiap hari di waktu sore hari setelah ashar. Dengan upaya yang terencana ini, diharapkan TPA di Desa Petungroto dapat berkembang menjadi pusat pendidikan agama yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.