KKN-114 UIN Sunan Kalijaga Ikuti Jamasan Gongso Kaliagung, Kulon Progo, DIY
Selasa (30/7/2024), Kalurahan Kaliagung, Sentolo Kulon Progo gelar upacara adat Jamasan gongso. Acara tersebut merupakan upacara adat yang bertujuan untuk membersihkan gamelan jumbo yang berusia puluhan tahun. Jamasan Gongso dilaksanakan satu kali dalam satu tahun, yaitu bertepatan pada bulan Suro (penanggalan Jawa).
Kelompok 21 KKN-114 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berlokasi di Dusun Banyunganti Lor, Kaliagung diminta berpartisipasi dan menjadi bagian dalam kirab upacara adat Jamasan Gongso tersebut bersama dengan pasukan prajurit Kraton Yogyakarta. Kirab Jamasan Gongso berisi Bergodho atau pasukan prajurit Kraton yang bertugas di Kalurahan Kaliagung. Pasukan Berghodo tersebut berbaris dengan sebagian membawa kendi berisi air dari 17 sendang (pemandian yang memiliki mata air) yang tersebar di Kelurahan Kaliagung. Arak-arak alat gamelan, barisan musik drum band dan pasukan Bergodho turut mengiringi dan memeriahkan acara tersebut.
Sebelum dibersihkan, gamelan diarak oleh kirab pasukan Bergodho dan masyarakat membawa 17 kendi air dari 17 sendang yang berada di Kaliagung. Air dari 17 sendang tersebut nantinya akan digunakan untuk memandikan gamelan. Menurut Kepala Desa Kaliagung Pada acara tersebut terdapat 11 alat musik gamelan yang rata-rata sudah berusia 50 tahun. Alat-alat tersebut perlu kita rawat dan lestarikan sebagai warisan & ikon kaliagung sebagai desa budaya (Sugeng, 30/7).
Pada acara tersebut anggota dari kelompok 21 KKN-114 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (an.Rizka Salma Adelia, Jihan Mufidah, Lutfi Nurulicsan, Izmil Najda Mafaza, dan Alpina Tiara Efendi) turut menjadi pembawa kendi 17 mata air. Seluruh peserta upacara adat tersebut menggunakan baju Lurik yang dipadukan dengan Jarik Wiru. Anggota kelompok 21 KKN-114 UIN Sunan Kalijaga tampak sangat antusias dengan tampil mengenakan pakaian Lurik Kutubaru yang seragam berwarna merah muda (ATE/AF).