Meciptakan Lingkungan Inklusif lewat Posyandu Jiwa: Cerita dari KKN Kolobarosasi di Kediri

LP2M- Mahasiwa KKN Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Kediri, IAIFA Sumbersari, dan UIT Lirboyo membantu dan ikut serta dalam kegiatan posyandu jiwa yang dilaksanakan di Balai Desa Besowo, yang merupakan salah satu program pendukung dari KKN kolaborasi 2023. (21/07/23)

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting yang ada di Desa Besowo diantaranya, Kabid Humas Polsek Kepung Bpk. Junaedi, Kepala Dusun Besowo Timur Bpk. Bowo, masyarakat sekitar, dan Bpk. Ahmad Yanuar selaku petugas puskesmas Kepung sebagai penanggung jawab kegiatan posyandu jiwa di Desa Besowo.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali, guna memfasilitasi orang-orang dengan gangguan jiwa yang ada di Desa Besowo. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 atas inisasi Bpk. Sarikun karena kepedulian beliau terhadap orang-orang dengan gangguan jiwa yang ada di sekitarnya, kemudian hal tersebut dilirik masyarakat hingga menarik perhatian pihak puskesmas. Pihak puskesmas mendesak pihak desa untuk membentuk kader jiwa dan diadakanya posyandu jiwa yang berlangsung hingga saat ini. Tercatat sudah ada 8 orang yang sembuh dengan adanya kegiatan ini. Saat ini ada sekitar 23 pasien yang tercatat di dalam data posyandu jiwa Desa Besowo.

Kegiatan posyandu jiwa ini didukung secara penuh oleh pihak perangkat desa dan masyarakat, seperti yang disampaikan oleh bapak Yanuar “Bentuk dukungan desa berupa anggaran, pengadaaan alat-alat penunjang dalam kegiatan seperti, alat cukur rambut dan lain-lain” ujarnya.

Kegiatan posyandu jiwa ini dilakukan di hari jum’at setiap dua minggu sekali, dimulai pada pukul 08.00-10.00. Diawali pelaksanaan senam bersama pasien, kemudian pemeriksaan kesehatan seperti, tensi darah, berat badan, kebersihan badan, dan keluhan pasien dalam dua minggu terakhir serta pemberian obat. Selain itu, pasien juga diajak untuk bernyanyi bersama, memainkan games dan pengarahan dari tim posyandu jiwa. Terakhir pasien diberi makanan sehat dan kembali ke rumah masing-masing.

Sebagai salah satu program pendukung yang dicanangkan, mahasiswa KKN Kolaborasi turut membantu dalam rangkaian kegiatan posyandu jiwa dari senam hingga memberi ice breaking untuk pasien posyandu jiwa.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait isu kesehatan mental serta berkenan mengantarkan keluarga dengan gangguan jiwa untuk mendapatkan pelayanan selayaknya, sebab salah satu faktor penunjang kesembuhan orang dengan gangguan jiwa adalah dukungan dari keluarga. “Dukungan dari keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan pasien, keluarga berperan untuk mengontrol konsistensi pasien dalam mengkonsumsi obat” ujar Bpk. Sarikun.

Pihak posyandu berharap dengan kehadiran mahasiswa KKN kolaborasi ini dapat membantu dan memberikan inovasi dalam kegiatan posyandu jiwa seperti, variasi senam khusus orang dengan gangguan jiwa dan ice breaking baru yang dapat membangkitkan semangat pasien. (Hajril &Nurlia)