Istri Wakil Bupati Menghadiri Seminar Edukasi Kewirausahaan oleh Mahasiswa KKN Di Dusun Karangnongko
Dusun karangnongko merupakan sebuah desa yang terletak di kabupaten Gunung Kidul provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di dusun karangnongko ini, banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani, mengingat banyaknya potensi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan, seperti banyaknya masyarakat yang memiliki tanaman singkong, kacang dan jagung.
Tepat pada tanggal 31 juli 2024, Mahasiswa KKN kolaborasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bone mengadakan seminar edukasi kewirausahaan sebagai program kerja utama. Hal ini mempertimbangkan beberapa faktor di dusun karangnongko ini seperti, letak strategis, potensi sumber daya dan pengolahan yang ada di dusun karangnongko yang belum dikembangkan ke luar daerah, terutama untuk pengolahan komoditas singkong. Seminar ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas wirausaha bagi masyarakat dusun karangnongko. Dengan seminar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pengolahan singkong yang lebih inovatif dan variatif sehingga dapat menaikkan harga jual dan meningkatkan perekonomian Masyarakat.
Seminar Edukasi kewirausahaan ini mendatangkan narasumber dari Dinas Perekonomian Koperasi dan UMKM (DPKUKMTK) Kabupaten Gunung Kidul. Seminar ini juga didatangi oleh istri dari wakil bupati Gunung Kidul, Ibu Marzuqoh. Pada acara ini, mahasiswa KKN juga mengundang perwakilan setiap RT sebanyak 4 orang dari total 6 RT yang ada. Sebelum acara dimulai, ada beberapa peserta yang berbincang santai dengan ibu wakil bupati mengenai permasalahan dan hambatan untuk berwirausaha di dusun karangnongko, mereka mengemukakan pendapat dan keluhan yang dialami. Diantara yang dikeluhkan adalah sudah adanya UMKM yang berjalan tetapi satu dua kali produksi berhenti dikarenakan kendala pada pemasaran, tidak memiliki relasi untuk tersalurnya produksi sampai keluar dusun, minimnya penggunaaan teknologi bagi kalangan ibu-ibu, dan kurangnya motivasi dalam berwirausaha dikarenakan keterbatasan dana modal dan inovasi.
Ibu wakil bupati banyak menanggapi permasalahan dan hambatan yang disampaikan. Ibu wakil bupati mencoba untuk menjawab satu persatu dari pendapat dan keluhan para peserta, ibu Marzuqoh memberikan banyak jalan untuk strategi pemasaran dan mengarahkan untuk membentuk kelompok sebanyak 10 orang kemudian mengikuti pelatihan di dinas UMKM. Dinas UMKM sudah menyediakan fasilitas untuk mewadahi para wirausaha untuk terus berkembang dan diberikan jalan dalam pemasaran produk yang telah dibuat. Setelah berbincang santai dengan Masyarakat, acara dilanjutkan ke acara inti yaitu seminar edukasi kewirausahaan.
Seminar edukasi kewirausahaan dimulai dengan sharing mengenai hambatan dalam berwirausaha. Ibu-ibu sangat aktif untuk menyampaikan keluhan serta hambatan mereka masing-masing untuk menjalankan wirausaha. Narasumber menanggapi dari berbagai permaslahan dan hambatan yang telah diungkapkan. Setelah menanggapi hal tersebut, narasumber memaparkan materi tentang sifat dan keahlian berwirausaha, ciri-ciri wirausaha yang berhasil dan strategi memulai bisnis.
Setelah selesai memaparkan materi, narasumber memberikan informasi mengenai program atau kegiatan DPKUKMTK bidang UMKM dengan memberikan informasi tentang tahapan pendampingan mulai dari temu usaha, sosialisasi permodalan (perizinan usaha), diklat kewirausahaan atau manajemen, fasilitas pelatihan PIRT, pelatihan pengemasan produk, diklat vokasi, pelatihan wirausaha pemula bidang olahan (makanan, batik, tas, kain perca dan kerajinan lainnya), diklat manajeman usaha, manajeman produksi, manajeman SDM dan manajeman pemasaran, pembinaan promosi dan pemasaran UMKM, dan pameran produk UMKM di dalam dan luar daerah. Diharapkan dengan pemberitahuan mengenai program yang ada di dinas, Masyarakat bisa terbantu.
Diharapkan, seminar edukasi wirausaha ini dapat meningkatkan kreativitas dan mendorong semangat Masyarakat dusun karangnongko untuk memulai berwirausaha. Selain itu, acara ini diharapkan dapat memberikan solusi dari permasalahan dan hambatan yang dialami oleh warga dusun karangnongko saat memulai berwirausaha.